Sejarah Tentang Vespa di Indonesia

Siapa sih yang tidak tahu tentang motor Vespa, pastinya semua orang tahu bahkan sewaktu kecil kalian pasti pernah suruh hormat kalau ada Vespa lewat iya kan? hehe .. disini kita akan memberitahu bagaimana Sejarah Tentang Vespa di Indonesia, bagaimana mereka awal mulanya masuk ke Indonesia dan kenapa bisa menjadi barang yang sangat unik bahkan mahal lho , disini saya akan memberitahu awal mula Vespa masuk ke Indonesia.

Vespa Piaggio

Proses Impornya dulu di PT. Gunung Slamet (GS), The East Asiatic Company dan Pada tahun 1965 dimpor pertama kali ke Indonesia, dan sekitar 19 tahun dikenalkan pertama kali ke Dunia. dan beberapa nama Vespa lainnya.

Produk ini yang diandalkan memasuki era 70.an yaitu Vespa Sprint & Vespa Super (Penerus Vespa 125 & 150). masing-masing berupa Build-Up (impor utuh) dan dihargai dengan kisaran harga Rp. 400.000 lho .. dulu harga motor murah-murah yaa, tapi pada Zamannya tetap mahal lho dan mengalahkan harga diatas sport Jepang yang mempunyai spesifikasi lebih bagus lagi lho

Asal mula Vespa

Vespa merupakan merupakan motor jenis skuter yang berasal dari Italia. Perusahaan induk dari motor Vespa adalah Piaggio yang didirikan oleh Rinaldo Piaggio di Genoa, Italia pada tahun 1884. Nama Piaggio terkenal di masa perang dunia 1 sebagai perusahaan yang memproduksi pesawat terbang dan kapal laut. Buktinya pada tahun 1917 Piaggio membangun pabrik di Pisa tepatnya di Pontedera dan menjadi pusat produksi pesawat terbang, hingga setelah Perang Dunia II lahirnya produk otomotif yang terkenal yaitu Vespa.

Sejarah Vespa di mulai berakhirnya Perang Dunia II yang berimbas pada memburuknya perekonomian di Italia. Pada saat itu juga pabrik pesawat terbang Piaggio yang berada di Pisa di bom oleh tentara sekutu. Namun hal itu tidak menjadi alasan bagi Piaggio untuk menghentikan usahanya dan Enrico Piaggio anak Rinaldo Piaggio yang akhirnya melanjutkan prusahaan tersebut. Dorongan dari masyarakat akibat krisis ekonomi yang membutuhkan alat trasnportasi yang harganya terjangkau membuat Enrico memutuskan untuk berhenti memproduksi pesawat terbang dan berinovasi untu menemukan solusi dari keresahan masyarakat di bidang alat transpostasi.

Dan Vespa masuk ke Indonesia sejak tahun 1960. Pada waktu hanya PT Danmotors Vespa Indonesia saja yang menjadi importir Vespa. Kedatangan Vespa ke Indonesia ternyata memperoleh ruang di pasar industri otomotif Indonesia. Meskipun tidak besar, namun Vespa cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia hingga sekarang ini. Marco Noto La Diega yang merupakan Managing dari PT Piaggio Indonesia menuturkan bahwa cukup mengejutkan mengetahui jumlah penggemar Vespa di Indonesia sangat besar. Komunitas Vespa menjadi denyut nadi perkembangan dan keberlangsungan dari perusahaan yang membuat Vespa.

Berkembangnya skuter Vespa di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh “Vespa Congo”. sebuah Vespa yang diberikan sebagai penghargaan oleh Pemerintah Indonesia terhadap pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang berada di Congo saat itu. Pada saat itu motor Vespa congo mulai banyak berkeliaran di Indonesia dan menjadi salah satu pilihan kendaraan roda dua di Indonesia.

Vespa mulai berjaya sejak digunakan dalam film Hollywood

Vespa pertama kali tampil dalam film Italia berjudul Sunday in Agustus pada tahun 1950. Kemudian muncul lagi lewat film Roman Holiday pada tahun 1953 saat artis legendaris Audrey Hepburn dan Gregory Peck mengendarai Vespa 125 di jalanan Kota Roma. Sederet film lainnya juga semakin mengukuhkan vespa di dunia. Di antaranya Dear Diary (1993), Alfie (2004), The Interpreter (2005) , Quadrophenia, Absolute Beginners, American Graffiti, The Talented Mr Ripley, 102 Dalmatians, hingga Transformers. Setelah itu banyak Vespa lainnya yang bermunculan dan ada lagi yang bernama Vespa Kongo .

Vespa Kongo

adalah vespa penghargaan dari pemerintah Indonesia kepada kontingen Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia. Pasukan bernama Kontingen Garuda (KONGA) itu adalah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di Negara benua Afrika yang sedang terjadi konflik & perang saudara, Kongo. Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957.

Setelah menyelesaikan tugas perdamaian yang berat, Pasukan Garuda menerima tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Vespa di tahun 1963-1964. Lantaran diberikan pada Prajurit yang bertempur di Congo, Maka akhirnya Vespa tersebut hingga kini dikenal dengan nama Vespa Congo. Uniknya, Vespa Congo bukanlah produk yang dibuat Italia, melainkan basic nya merupakan Vespa GS & 125 buatan Messerschmitt, di Jerman.

Konon kabarnya (Karena EA’s Blog belum mendapatkan data valid soal ini) Vespa Congo tersebut dibagi dalam beberapa warna sesuai dengan tingkat perwira lho

Vespa berwarna hijau 150cc ditujukan bagi tentara yang lebih tinggi tingkat kepangkatannya, disusul vespa berwarna kuning dan biru 125cc untuk tingkat kepangkatan yang lebih rendah. Plus Vespa “Spesial” ini juga sudah diberikan tanda nomor prajurit yang bersangkutan & sebuah piagam penghargaan yang menyertainya.

Lantaran banyaknya Vespa Congo yang seliweran di jalanan, banyak pula yang kepincut dan akhirnya tertarik membeli. Plus, Saat itu belum ada supplier untuk sparepart Vespa. dan Lahirlah beberapa nama perusahaan yang nantinya bakal mengimpor Vespa di Tanah Air. Itulah sepenggal kisah Sang Vespa dengan kebanggan tinggi, yang juga sukses membawa “demam” Vespa ke Indonesia, Vespa Congo, karena dari itu Vespa Congo sekarang mahal harganya karena sejarahnya juga sangatlah legendaris yaa hehe …

Maka dari itu Vespa bukan hanya sekedar kendaraan beroda dua akan tetap menjadi penanaman modal yang anda kendarai memasuki era tahun 2000. karena mutunya Vespa bekaspun nilainya tetaplah tinggi.